RCI, mengucapkan Selamat Merayakan Idul Adha 1432 Hijriah
Tipe
Nama User
Kata Sandi
Capctha
Jumlah Agen
26
Jumlah Member
211
Perputaran Dana
Rp 16.521.230,-
Online
5738 User
Total Kunjungan
6520
Sejak 17 Agustus 2011
PASANG IKLAN BARIS ke 1000 web di Indonesia, Cukup dengan 1 x klik     *-----------* Hutang Indonesia 1.900 Triliyun !!! Selengkapnya *-----------*   FREE   DOWNLOAD AREA    * ----- *PENGUMUMAN UNTUK SELURUH MEMBER RCI YANG MEMASUKI SIKLUS PAKET, "Untuk Penerimaan Dana yang jatuh tempo pada hari SABTU,MINGGU dan hari libur nasional, Penerimaannya pada hari kerja berikutnya" ### TRANSFER PENERIMAAN DANA DARI ADMIN KE PERSERTA PDP 0% PADA JAM 14.00 S/D 21.30 ### Terima kasih. ADMIN KEUANGAN. *------*

Utang Indonesia Sudah Rp 1.900 Triliun, Pemerintah Diminta Stop Biayai Pembangunan dari Utang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- LSM Koalisi Anti Utang (KAU) mendesak agar pemerintah tidak lagi mengandalkan dana yang berasal dari utang luar negeri sebagai salah satu sumber untuk membiayai pembangunan di dalam negeri.

"Semakin besar kita mengandalkan utang maka akan semakin besar bahaya yang bisa berdampak pada ekonomi nasional," kata Ketua LSM Koalisi Anti Utang (KAU) Dani Setiawan di Jakarta, Jumat. Menurut dia, isu utang seharusnya saat ini menjadi "debat panas" di dalam DPR karena banyak hal yang harus diperhatikan terkait hal itu.

Ia mencontohkan, hal penting yang harus dicermati terkait dengan utang adalah sejauh mana jumlah cicilan pokok dan biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar utang tersebut. Dani juga mengingatkan bahwa Indonesia juga harus belajar dari kekisruhan dalam penentuan pagu utang AS yang sempat menjadi perdebatan hangat baik di dalam tubuh pemerintah AS maupun kongres negara itu.

"Di AS terlihat isu utang menjadi krusial tetapi di Indonesia isu utang masih belum menjadi debat politik yang panas," katanya. Sebelumnya, Kepala Biro Humas Bank Indonesia Didi A Johansyah juga menilai, total utang luar negeri Indonesia baik pemerintah maupun swasta yang terus meningkat hingga kwartal I tahun ini patut terus dicermati.

"Meski ekonomi kita stabil dan fundamental ekonomi bagus, tetapi utang luar negeri harus terus dicermati dengan mengingatkan pelaku bisnis untuk mengelola utang luar negerinya secara berhati-hati," kata Didi di Jakarta akhir Juni lalu.

Jumlah utang luar negeri Indonesia sampai kwartal I 2011 mencapai 214,5 miliar dolar AS, meningkat 10 miliar dolar AS dibanding posisi akhir 2010. Jumlah tersebut terdiri atas utang Pemerintah sebesar 128,6 miliar dolar AS dan utang swasta 85,9 miliar dolar AS.

Sedangkan rasio utang dibanding PDB saat ini 28,2 persen lebih baik dibanding 1997/1998 sebesar 151,2 persen. Sementara rasio utang jangka pendek dibanding cadangan devisa saat ini 42,6 persen lebih baik dibanding posisi 1997/1998 sebesar 142,7 persen.

 

           
Copyright © 2010, Rolling-cash.com, All right reserved. Web Development & Jasa SEO Indonesia by Jogjashop.com